Search
Advertisement
(Input html or adsense code here)
Fanpage
KONTAK KAMI
Untitled Document

Pusat

Jl. Pancuran No.117 Cirebon

Hp. 081221272999

Cabang

Jl. Cemara Gg. Kegiren 1 No. 136 Rt.04/01 Cirebon 45123

Hp. 085224244914 PIN BBM 52614c1e

Jl. Siti Purnama No.6 Kawali Kab. Ciamis

Hp. 082217027943-081909918617

Kabsun Kuningan

Jl.Buahgama RT.07 RW.03 Ds. Manggari Kec. Lebakwangi Kabupaten Kuningan

Hp. 081318909751,082316639998,081804631178

 

wp 081221272999

bbm59F74BC1

Recent Comments
    kalender
    March 2021
    M T W T F S S
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

    Archive for the ‘seputar aqiqah’ Category

    DEFINISI DAN KEUTAMAAN AQIQAH

    Aqiqah merupakan ibadah harta yang menunjukkan loyalitas seorang hamba kepada sang Maha Pencipta. Oleh karenanya Aqiqah disebut penebus atas sesuatu yang digadaikan dari anak keturunan yang terlahir di dunia ini.

    So, agan netizen yang tidak melaksanakan Aqiqah berarti tidak update tentang perkara-perkara syariah. Yes, agar kehidupan keturunan agan sekalian berkah, maka ber-aqiqahlah dijalan Alloh.

    Rosul bersabda yang artinya: “setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya”.

    Karena aqiqah adalah ibadah yang besar, maka disarankan untuk tidak mudah percaya kepada sembarang pihak dalam hal aqiqah. Prinsip aqiqah anda tepat dan pas dengan prinsip syariah di Kabsun Aqiqah. Di Kabsun Aqiqah, anda akan dipandu oleh ahlinya dalam bidang syariah dari mulai memilih hewan aqiqah hingga cara penyembelihan sampai pendistribusiannya.

    So, buat agan-agan netizen gak usah ragu untuk beraqiqah di Kabsun Aqiqah.

    DISTRIBUSI AQIQAH DAN QURBAN

    DISTRIBUSI AQIQAH DAN QURBAN

    SESUAI SYARIAH YANG TAK DAPAT DIABAIKAN

     

    OLEH : INDRA SUDRAJAT

     

    Pelbagai anggapan dan mitos atau bahkan perkataan-perkataan manusia yang dijadikan sandaran tentang tata cara pembagian daging qurban dan aqiqah, padahal apa yang mereka yakini sama sekali tidak memiliki dalil dan pijakan yang kuat.

    Di antara anggapan dan pendapat yang menyebar di tengah-tengah masyarakat adalah :

    1. Bahwa seseorang yang berqurban dan beraqiqah dilarang memakan ataupun mengambil daging dan tulang sedikitpun, dengan alasan bahwa apabila daging atau tulang yang diambil dan dimakan sendiri termasuk kategori orang yang tidak ikhlas dengan sesembelihannya.
    2. Hendaknya seseorang yang berqurban dan beraqiqah menimbang dan memberikan harga sesuai harga daging pada saat itu apabila dia hendak mengambil dan memakan daging sesembelihannya sendiri. Hal ini dilakukan untuk menjaga keikhlasan hati orang yang berqurban dan beraqiqah
    3. Diperbolehkan seseorang yang beraqiqah memakan dan mengambil daging sesembelihannya sendiri, akan tetapi hal yang demikian ini terlarang bagi orang yang berqurban. Demikian pula sebaliknya, dengan alasan bahwa pada aqiqah hewan diberikan untuk anak, sehingga orang tua yang mengaqiqahi anaknya diperbolehkan memakan daging sesembelihannya.
    4. Diperbolehkan seseorang yang berqurban memakan dan mengambil daging sesembelihannya sendiri, akan tetapi hal yang demikian ini terlarang bagi orang yang beraqiqah. Dasar alasan mereka bahwa pada aqiqah dimaksudkan sebagai penebus anak yang tergadaikan dengan aqiqahnya atau sebagai pembuang sial. Adapun pada qurban diperbolehkan untuk memakan daging sesembelihannya sendiri dikarenakan daging qurban sebagai hasil jerih payah sendiri.

    Semua anggapan dan pendapat masyarakat di atas adalah anggapan dan pendapat yang kosong dari petunjuk ilahi dan risalah kenabian. Di mana apa yang terdapat pada syariat, justru membantah dan menghilangkan anggapan dan pendapat masyarakat yang ada. Oleh karenanya perlu saya hadirkan di sini risalah singkat yang memaparkan tata cara yang benar tentang pembagian daging aqiqah dan qurban sesuai ketetapan syariah.

    Syariat Islam telah menetapkan bahwa pembagian daging qurban dan aqiqah dapat dilakukan dengan tata cara berikut ini :

    1. Dibagikan semua untuk fakir, miskin dan dihadiahkan kepada karib kerabat
    2. Dibagi menjadi 3 bagian, sepertiga pertama untuk dimakan sendiri, sepertiga kedua untuk disimpan dan sepertiga ketiga untuk disedekahkan

    c.Dibagi menjadi 3 bagian, sepertiga pertama untuk dimakan sendiri, sepertiga kedua untuk dihadiahkan kepada seluruh karib kerabat baik kaya atau pun miskin, dan sepertiga ketiga untuk disedekahkan kepada anak yatim serta kepada fakir miskin.

    Tentang dasar petunjuk dalil tata cara pembagian daging qurban dan aqiqah di atas adalah :

    Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

    لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اْسمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيْمَةِ اْلأَنْعـَـامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا اْلبَائِسَ اْلفَقِيرَ

    Artinya : agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas apa yang telah Allah anugerahkan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan beri makanlah sebagian yang lainnya kepada orang-orang yang sengsara lagi fakir (Q. S. Al-Hajj : 28)

    فَاذْكُرُوا اسْم َاللهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلوُا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا القَانِعَ وَاْلمُعْتَرَّ

    Artinya : maka sebutlah nama Allah oleh dirimu ketika kamu menyembelihnya (onta-onta) dalam keadaan berdiri (setelah terikat). Maka apabila onta-onta itu telah roboh mati, maka makanlah darinya sebagian dan beri makanlah darinyasebagian yang lainnya kepada orang-orang yang tidak meminta – minta karena keqona’ahannya dan kepada orang–orang yang meminta-minta (Q. S. Al-Hajj : 36)

    Rasulullah shalallahu alayhi wasalam bersabda : “makanlah (untuk dirimu sendiri) dan berimakanlah (kepada fakir miskin) serta simpanlah (H. R. Bukhariydan Muslim)

    Syeikh Abu Malik berkata di dalamkitabShahihFiqih Al-Sunnah :dan sebagian besar para ulama berpendapat bahwasanya pembagian daging qurban dimubahkan sepertiga untuk disedekahkan, sepertiga berikutnya untuk memberi makan, sepertiga berikutnya untuk dimakan diri sendiri.

    Melihat petunjuk di atas maka batillah apa yang menjadi keyakinan mayoritas masyarakat Indonesia, mereka beranggapan bahwa dengan dimakannya daging qurban dan aqiqah oleh diri sendiri menghilangkan keikhlasan. Ikhlas adalah amalan hati, hilangnya keikhlasan tidak dapat ditunjukkan dengan dikonsumsinya daging qurban dan aqiqah oleh diri sendiri.Wallahu ta’la ‘alam bishowab

    Rujukan :

    1. Kitab AL-AQIQAH karya Syeikh Muhyyiddin Ibn Abd Al-Hamîd, Maktabah Al-Khidmât Al-Hadîtsiyyah, Jeddah Kerajaan Saudi Arabia
    2. Kitab SHOHÎH FIQH AL-SUNNAH karya Syeikh Abu Mâlik Kamâl Sayyid Sâlim, Maktabah Tawqifiyyah, Kairo Mesir

     

    Cirebon, Jum’at 5 Rajab 1436/24 April 2015